Selasa, 14 Agustus 2018

PENYESALAN YANG SELALU DATANG TERLAMBAT







Dia sudah menungguku seperti biasa, dengan kendaraan SUV nya menantikanku pulang di jam kantor. Ada rasa malas dalam perasaanku untuk menemuinya, aku sungguh kehilangan kebebasanku saat aku menikah dengannya sekitar satu tahun yang lalu.

Namaku Heni dan dia adalah suamiku Hendro, kami berdua dijodohkan oleh orang tua kami, umurku saat ini sudah menginjak usia 27 tahun dan orang tuaku memaksaku untuk segera berumah tangga, dan Hendro adalah sepupu dekat dari salah satu sahabat ayahku yang baru datang dari Semarang, entah mengapa Ayah merasa sangat cocok dengan Hendro dan segera mengiyakan saat dia meminangku untuk menjadi istrinya.

Jujur aku sangat tertekan pada saat itu, tapi menolak pilihan orang tuaku sepertinya menjadi hal yang sangat salah bagiku, akhirnya akupun menyetujui pinangan itu.

Sudah hampir setahun ini aku mencoba untuk mulai mencintai dia, tetapi sampai detik ini yang  aku rasakan adalah rasa benci karena merasa apa yang terjadi bukanlah keinginanku dalam  hidup ini.



Hendro lelaki yang baik sebenarnya dia juga sangat bertanggung jawab, karena dia selalu  memperhatikanku dengan baik, dan juga selalu mencukupi kebutuhan aku, tetapi dia tidak  pernah mendapat rasa cintaku, bagiku dia hanya sekedar lelaki yang menjagaku seperti ayahku tidak kurang dan tidak lebih.

Tapi Hendro selalu sabar menghadapi aku, dia tetap berusaha membuatku nyaman dengannya,  bahkan sampai saat ini dia akan selalu setia mengantarku ke manapun tempat yang aku mau,  tapi ya itu tadi dengan syarat dia harus ikut denganku.

Hari itu aku terlambat untuk kekantor, karena aku kesiangan bangun pagi ini, mas Hendro  bilang aku tidur terlalu nyenyak, sehingga dia tidak mau membangunkanku, dan saat  aku terbangun aku lihat dia berada di sampingku dan memandangiku dengan tersenyum.

Aku menanyakan kepadanya kenapa dia melihat aku seperti itu, dia bilang dia senang saat  melihatku tertidur dan melihat wajahku dia bilang dia sangat menyayangiku dengan sungguh -  sungguh dan diapun tahu kalau aku masih belum mencintainya, dan hal itu membuat dirinya  sedih, mendengar jawaban mas hendro aku hanya bisa diam, aku merasa  aku seperti jahat  kepadanya dan akhirnya kami pun tiba dikantorku dan aku turun tanpa berkata apapun.
Mas Hendro menatapku dari jauh dan tersenyum, seperti ada yang aneh dengan senyumnya,  tapi mungkin itu hanya perasaan bersalahku saja kepadanya karena aku tidak pernah bisa  mencintainya.

Hari itu aku sangat tidak tenang bekerja, entah mengapa aku selalu kefikiran dengan mas  Hendro, kenapa dia bisa sebaik itu kepadaku, walaupun dia mengetahui aku tidak pernah  mencintainya, tiba - tiba handphone aku berbunyi dan ternyata itu dari ayahku yang bilang  kalau Hendro saat ini dirumah sakit dalam kondisi kritis, saat mau menjemputku kekantor tadi  untuk makan siang dia mengalami kecelakaan dengan truk besar.

Aku pun tiba di Rumah Sakit siang itu juga, aku melihatnya di ruang rawat ICU dengan melihat  kondisinya lemah tak berdaya aku berfikir mungkin pagi itu adalah pagi terakhir aku melihatnya, dengan senyumnya yang khas dan hangat, dengan kesabarannya menghadapiku, dengan  kedewasaannya selalu menjagaku, tiba - tiba tidak terasa air mataku turun mengalir deras,  ibu hanya bisa memintaku untuk tetap bersabar, rasanya sangat sakit, dadaku sesak aku merasa  aku tidak sanggup untuk kehilangannya, ternyata aku terlambat menyadari bahwa aku telah  mencintai Hendro, dan saat ini aku akan melakukan apapun untuknya, agar dia bisa kembali  berada bersamaku.





Dan sore itu Mas Hendro menghembuskan nafas terakhirnya, rasa bersalah dan sedih semua  berkecamuk dalam jiwaku, tiba - tiba aku menemukan surat di bawah meja kerja Mas Hendro,  untuk yang tersayangku Heni, aku sudah mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu,  bagiku engkau adalah jodoh yang terbaik yang diberikan Tuhan kepadaku, aku suka dengan  semua hal tentang dirimu kepribadianmu, dan juga kejujuranmu walaupun terkadang itu  membuat aku sedih, aku sudah berusaha untuk bisa membuatmu mencintaiku, tetapi aku akan  meluluhkan hatimu untuk bisa dengan tulus mencintaiku, akan aku lakukan apapun untuk bisa  membuatmu tertawa dan merasa bahagia bersamaku, dan aku akan selalu menjagamu dengan  Perlindungan Maksimal dari Allisya Protection Plus.





Setelah aku pelajari berbagai laporan keuangan yang diberikan secara berkala dan juga laporan  rutin pembayaran mas Hendro yang bisa dilakukan secara mudah setiap bulannya dengan  memotong gajinya, akupun mendapatkan santunan Allisya Protection Plus, asuransi plus investasi yang memiliki nilai  maksimal dan tinggi dengan konsep Allianz Syariah melindungi dengan amanah.

Selain itu Mas Hendro juga menambahkan santunan kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap  total atau meninggal untuk mengcover dirinya, dan semua itu dia lakukan karena cintanya  kepadaku.

Benar sekali ucapan orang tua dulu, penyesalan selalu datang terlambat, jadi jangan sampai  anda menyesal untuk berikan yang terbaik untuk orang yang anda cintai dengan memberikan perlindungan Asuransi Allianz  Allisya Protection Fund, untuk informasi lebih detail anda dapat memberikan “Open New Tab” pada setiap link dibawah :

Untuk Asuransi Syariah silahkan masuk link ke: https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-syariah/allisya-protection-plus 
Untuk Asuransi Jiwa dan Investasi berikan link ke: https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-syariah/allisya-protection-plus

Bahkan saat ini ada kampanye yang sedang dijalankan oleh Asuransi Allianz dengan program KadoUmroh Allianz, untuk informasi lebih detail Mohon untuk dapat memberikan “Open New Tab” masuk link berikut URL https://kadoumroh.allianz.co.id/registration?s=BlogKontes





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

2020

it's 2020 good number easy to remember but from  the start theres a lot of trouble maybe God is become Anger If you want God to ...